Pengertian Tentang Anak

  • Whatsapp
Undangan Digital

Pengertaian anak secara umum dipahami masyarakat adalah keturunan kedua setelah ayah dan ibu, sekalipun dari hubungan yang tidak sah sekalipun dalam kaca mata hokum. Ia telah dinamakan anak.

Wjs Poerdarminta, Indonesia, anak yang belum mencapai usia 18 tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan ada di bawah kekuasaan orang tuanya. Selama mereka tidak dicabut dari kekuasaan. Pengertian ini bersandar pada kemampuan anak, jika mampu menghidupi dirinya sendiri, maka ia termasuk kategori anak. Namun berbeda apabila ia telah melakukan perbuatan hokum, maka ia dikenai peraturan hokum atau perundang-undangan.

Bacaan Lainnya

Anak menurut UU kesejahteraan anak adalah seorang yang belum mencapai umur 21 tahun dan belum pernah kawin. Dalam prefektif undang-undang peradilan anak , anak adalah orang yang dalam perkara nakal telah mencapai umur 8 (delapan )tahun tetap belum mencapai umur 18 tahun dan belum pernah kawin.

Sementara dalam komplikasi hokum Islam pasal98 (1) dikatakan bahwa batas usia anak yang mampuh berdiri sendiri atau dewasa adalah usia 21 tahun, sepanjang anak tersebut tidak tercatat cacat fisik maupun mental atau belum pernah melangsungkan perkawinan. Adapun pengertian anak menurut Psal 45 KUHP adalah orang yang belum cukup umur , yaitu mereka yang melakukan perbuatan ( tindak pidana) sebelum umur 16 (enam belas ) tahun.

Dalam Perkembangan anak diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, pertama. Anak sah, yaitu anak yang dilahirkan dalam atau akibat perkawinan yang sah atau hasil perbuatan suami isteri yang sah diluar rahim dan dilahirkan oleh isteri tersebut. kedua , anak terlantar , yaitu anak yang tidak memenuhi kebutuhannya secara wajar, baik fisik, mental, spiritual, maupun social.

Baca Juga :  Peran Teknologi Informasi dalam Masa pandemi Covid-19

Pos terkait