Pembelajaran Deep Dialogue And Critical Thingking

  • Whatsapp

Model pembelajaran berbasis Deep Dialogue And Critical Thingking (DDCT) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang mengakses paham konstruktivis dengan menekankan dialog mendalam dan berpikir kritis dalam mendapatkan pengetahuan dan pengalaman. Kontruktivisme adalah suatu pandangan bahwa siswa membina sendiri pengetahuan atau konsep secara aktif berdasarkan pengetahuan dan pengalaman.

Melalui dialog secara mendalam dan berpikir kritis, tidak saja menekankan keaktifan peserta didik pada aspek fisik, akan tetapi juga aspek intelektual, sosial, mental, emosional dan spiritual.

Bacaan Lainnya

Model pembelajaran dengan Pendekatan Deep Dialogue And Critical Thingking (DDCT) merupakan model pembelajaran yang membantu guru untuk menjadikan pembelajaran bermakna bagi peserta didik. Dalam pendekatan ini pembelajaran sedapat mungkin mengurangi pengajaran yang terpusat pada guru (Teacher Centered) dan sebanyak mungkin pengajaran yang terpusat pada peserta didik (Student Centered), namun demikian guru harus tetap memantau dan mengarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Dengan landasan filosofi konstruktivisme, DD/CT dicita-citakan menjadi sebuah pendekatan pembelajaran alternatif, dimana melalui DDCT diharapkan peserta didik belajar melalui mengalami, merasakan, medialogkan bukan hanya menghafalkan. Dengan mengalami sendiri, merasakan, mendialogkan dengan orang lain, maka pengetahuan dan pemahaman peserta didik akan sesuatu yang baru akan mengendap dalam pikiran peserta didik dalam jangka panjang yang pada akhirnya dapat dipergunakan untuk bekal peserta didik dalam memecahkan persoalan yang dihadapinya, dan mengembangkan kecakapan hidupnya (life skills).

Langkah-langkah yang dilakukan dalam menerapkan strategi pembelajaran Deep Dialogue and Critical Thinking
Pengembangan pembelajaran berbasis DD/CT yang diimplementasikan dalam proses belajar mengajar dijalankan secara tahap demi tahap sebagaimana proses belajar mengajar pada umumnya. Sebagaimana dikemukakan oleh Sudjana yakni :
a. Tahap pra instruksional
Tahap pra instruksional merupakan tahap awal yang ditempuh pada saat memulai proses pembelajaran, antara lain melalui kegiatan:
• Memberi kesempatan peserta didik untuk bertanya mengenai bahan pelajaran yang belum dikuasai dari pelajaran yang sudah dibelajarkan
• Mengajukan pertanyaan pada peserta didik mengenai bahan yang telah dibelajarkan
• Mengulang secara singkat semua aspek yang telah dibelajarkan

Baca Juga :  Peraturan Pemerintah RI Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan

b. Tahap instruksional
Tahap instruksional merupakan tahap pemberian atau pelaksanaan kegiatan pembelajaran yakni:
• Materi, tugas dan contoh-contoh
• Penggunaan alat Bantu untuk memperjelas perolehan belajar
• Serta menyimpulkan hasil pembelajaran

c. Tahap evelauasi
Tahap evaluasi dan tindak lanjut adalah tahap yang diperlukan untuk mengatahui keberhasilan tahap instruksional.

Pos terkait