Pembinaan Agama Islam

  • Whatsapp
Undangan Digital

“Asas filosofis, yaitu masalah yang erat hubungannya dengan tujuan-tujuan yang hendak dicapai dalam proses atau aktifitas dakwah. Asas kemampuan dan keahlian. Asas sosiologis, yaitu membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi sasaran dakwah. Asas psycologis, yaitu membahas masalah yang erat hubungannya dengan kejiwaan manusia. Asas efektifitas dan efisiensi, maksudnya di dalam aktifitas dakwah harus berusaha menseimbangkan antara biaya, waktu maupun tenaga yang dikeluarkan dengan pencapaian hasilnya.”11

Di dalam melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan, hendaklah memiliki kepribadian yang baik. Sebab kata Hamka “Jayanya atau suksesnya suatu dakwah memang sangat bergantung kepada pribadi dari pembawa dakwah itu sendiri.”12 Oleh karena itu, seorang penyuluh agama Islam diharuskan terlebih dahulu memerangi hawa nafsunya dan taat kepada Allah dan Rasul, dibandingkan dengan sasaran penyuluhan. Kalau tidak, bagaikan lampu yang menerangi kepada seluruh manusia, padahal ia sendiri terbakar oleh api. Sifat ini diterangkan di dalam QS. Al-Baqarah (2) : 44

Bacaan Lainnya

Disamping itu, yang perlu diperhatikan oleh seorang penyuluh dalam melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan, dapat dilakukan berdasarkan prinip-prinsip manajemen dakwah yakni, adanya “Planning, Organizing, Actuiting dan Controlling”,14 yaitu :
1) Perencanaan :
Merencanakan setiap kegiatan pembinaan yang akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. ada beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam membuat sebuah perencanaan yaitu:
a) Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan. Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok. Tanpa rumusan tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan dayanya secara tidak efektif.

b) Merumuskan keadaan saat ini. Pemahaman akan posisi organisasi sekarang dari tujuan yang hendak dicapai atau sumber yang tersedia untuk pencapaian tujuan adalah sangat penting karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. Analisa, rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut. Tahap kedua ini memerlukan informasi terutama keuangan dan data staistik yang didapatkan melalui komunikasi dalam organisasi.

Baca Juga :  Keputusan Bersama tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19)

c) Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan. Segala kekuatan, kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasi untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intern dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya, atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walaupun sulit dilakukan, antisipasi keadaan, masalah dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi diwaktu mendatang adalah bagian esensi dari proses perencanaan.

Pos terkait