Pembinaan Agama Islam

  • Whatsapp
Undangan Digital

d) Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan. Tahap terakhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai alternatif kegiatan untuk mencapai tujuan, penilaian alternatif tersebut adalah pemilihan alternatif terbaik.
2) Pengorganisasian:

Mengatur dan mengorganisasikan semua tenaga dan fasilitas yang dimiliki. Pengorganisasian dalam sebuah organisasi kegiatan keagamaan dapat dilakukan dengan membuat garis komando kegiatan, artinya dalam sebuah organisasi kegiatan keagamaan sebaiknya ditentukan pimpinan dan semua unsur pimpinan yang membidangi unit kerja masing-masing. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara :
a) Penentuan sumber daya dan kegiatan–kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi,
b) Perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yang akan dapat membawa hal–hal tersebut ke arah tujuan,
c) Penugasan tanggung jawab tertentu,
d) Pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu–individu untuk melaksanakan tugas–tugasnya.

Bacaan Lainnya

3) Aksi (Actuiting ):
Semua pelaksanaan kegiatan keagamaan dilakukan dengan baik berorientasi kepada pencapaian tujuan yang dicita-citakan. Actuiting (aksti/tindakan) dalam sebuah kegiatan organisasi keagamaan setidaknya memperhatikan unsur kesatuan (unity) dan faktor hubungan (koheren), yang mencakup kesatuan pendapat dan pemikiran, kesatuan dalam komando dan juga harus selalu menjaga hubungan antar anggota organisasi.

4) Pengawasan (controlling)
Mengawasi semua tahapan kegiatan dan memonitor semua bentuk pengeluaran dana dan fasilitas yang digunakan dalam mencapai tujuan. Analisa kebutuhan materi dan menganalisa metode pembinaan merupakan satu langkah awal dari pengontrolan sebuah kegiatan pembinaan keagamaan. Selain itu, hal-hal yang berkaitan dengan kelancaran pembinaan juga dikontrol demi kesuksesan dan tercapainya tujuan dari pembinaan keagamaan dimaksud. Langkah terakhir dalam kontrol kegiatan pembinaan dapat dilakukan dengan selalu meminotoring perkembangan permahaman materi yang telah disampaikan dalam setiap pengajian terhadap jema`ah.

Baca Juga :  Pengertian, Fungsi dan Macam-macam Motivasi

Dari beberapa konsep yang telah dikemukakan di atas, pada umumnya menjelaskan bahwa di dalam melaksanakan pembinaan kegamaan diperlukan adanya sistem pelaksanaan yang efektif dan efisien dengan menggunakan berbagai langkah dan model pembinaan. Apabila sistem pelaksanaan dilaksanakan dengan cara yang baik, mantap, sistematis kontinu, dan didukung oleh beberapa faktor seperti; ustadz yang handal dan sesuai dengan bidangnya, frekwensi keaktifan jemaah yang baik, sarana dan prasarana yang memadai, metode yang digunakan relevan demikian juga materi yang diberikan, serta didukung oleh keikut sertaan masyarakat dalam kegiatan tersebut, maka kemungkinan pencapaian tujuan dari kegiatan tersebut, untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan jemaah terhadap ajaran Islam akan tercapai dengan baik.

Pos terkait