Jadwal Seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi tahun 2021

  • Whatsapp
Undangan Digital

Lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren mencatatkan sejarah baru pemberian recognise (pengakuan) negara terhadap Pesantren yang eksistensinya sudah ada selama berabad-abad silam, sebelum Tanah Air ini merdeka. Tak hanya recognise, UU Pesantren juga menjadi bagian dari afirmasi sekaligus fasilitasi kepada 30.532 pondok pesantren, 4.373.694 santri, dan tidak kurang dari 72.895 santri yang lulus pada tiap tahunnya.

Keberadaan Pesantren sampai saat ini membuktikan keberhasilannya menjawab tantangan zaman. Namun akselerasi modernitas yang begitu cepat menuntut Pesantren untuk tanggap secara cepat pula, sehingga eksistensinya tetap relevan dan signifikan. Masa depan Pesantren ditentukan oleh sejauh mana Pesantren memformulasikan kelembagaan nya menjadi Pesantren yang mampu menjawab tuntutan masa depan tanpa harus kehilangan jati diri dan kekhasan Pesantren.

Bacaan Lainnya

Secara historis, keberadaan Pesantren menjadi sangat penting dalam upaya pembangunan masyarakat, terlebih lagi karena Pesantren lahir dari aspirasi masyarakat yang sekaligus mencerminkan kebutuhan masyarakat akan jenis layanan pendidikan, dakwah serta pemberdayaan sosial kemasyarakatan.

Kehadiran negara melalui lahirnya Undang-Undang Pesantren sesungguhnya sekaligus menjamin penyelenggaraan Pesantren dalam menjalankan fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan sosial kemasyarakatan, diperlukan pengaturan untuk memberikan recognise, afirmasi, dan fasilitasi kepada Pesantren berdasarkan tradisi dan kekhasan nya.

Pemberian kesempatan melanjutkan studi sarjana dan magister yang dikhususkan bagi kalangan santri dirasa masih sangat kurang, baik yang diberikan oleh negara maupun swasta. Kurangnya akses pendidikan tinggi seringkali membatasi keinginan mewujudkan pengelolaan dan manajemen Pesantren. Seharusnya, saat ini Pesantren perlu memacu pengembangan kualitas kelembagaan maupun kualitas layanan fungsi pendidikan, dakwah dan pemberdayaan sosial kemasyarakatan nya.

Baca Juga :  Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tentang Pedoman Operasional Beban Kerja Dosen 2021

Perluasan akses bagi lulusan Pesantren untuk dapat melanjutkan studi pada jenjang pendidikan tinggi sejalan dengan rumusan afirmasi atas penjaminan mutu lulusan Pesantren, independensi penyelenggaraan Pesantren, serta fasilitasi pengembangan Pesantren yang diberikan oleh negara. Pemerintah melalui Kementerian Agama, sejak tahun 2005 telah memberikan akses beasiswa pendidikan tinggi bagi lulusan Pesantren melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), baik pada perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.

PBSB dilaksanakan dalam bentuk pemberian beasiswa penuh bagi santri yang memiliki kemampuan akademik, kematangan pribadi, kemampuan penalaran, dan potensi untuk dapat mengikuti program pendidikan tinggi. PBSB dirancang untuk memberikan peluang yang lebih luas bagi lulusan satuan pendidikan yang terintegrasi dengan pondok pesantren untuk mengembangkan minat bakat dan penguasaan disiplin keilmuan serta dalam rangka pengabdian kepada pondok pesantren. PBSB Kementerian Agama berkomitmen mempersiapkan sarjana santri sebagai kader ulama, pemimpin, ilmuwan serta professional yang moderat dan mampu menjadi bagian dari pembangunan Nasional.

Sejak digulirkan nya pada enam belas tahun silam, Kementerian Agama telah memberikan beasiswa kepada 4.915 santri yang tersebar pada 124 program studi di 22 Perguruan Tinggi Mitra (on going) yakni; 1) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar, 2) UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, 3) UIN Sunan Ampel, Surabaya, 4) UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, 5) UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 6) UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 7) UIN Walisongo, Semarang, 8) Institut Pertanian Bogor, 9) Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, 10) Universitas Airlangga, Surabaya, 11) Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, 12) Universitas Cenderawasih, Jayapura, 13) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 14) Universitas Islam Malang, 15) Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, 16) Universitas Al-Azhar, Kairo, 17) Ma’had Aly As’adiyah, Sengkang, 18) Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Jombang, 19) Ma’had Aly Kebon Jambu, Cirebon, 20) Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah, Situbondo, 21) Ma’had Aly Maslakul Huda, Pati, dan 22) Ma’had Aly Sa’idusshiddiqiyah, Jakarta.

Baca Juga :  Perpres Nomor 38 Tahun 2020 tentang Jabatan PPPK Telah Terbit

Adapun jadwal seleksinya silahkan lihat berikut:

Pos terkait