Berbagai Model Pengembangan Bahan Ajar

  • Whatsapp
Undangan Digital
  1. Mengkaji Bahan Ajar (Preview the Materials)
  2. Menyiapkan Bahan Ajar (Prepare the Materials)
  3. Menyiapkan Lingkungan Belajar (Prepare Environment)
  4. Menyiapkan Peserta Didik (Prepare the Learner)
  5. Menentukan Pengalaman Belajar (Provide the Learning Experience)
  • Require Learner Participation

Tahap kelima adalah mengaktifkan partisipasi siswa. Belajar tidak cukup hanya mengetahui, tetapi harus bisa merasakan dan melaksanakan serta mengevaluasi hal-hal yang dipelajari sebagai hasil belajar. Contoh upaya untuk mengaktifkan partisipasi siswa yaitu pembentukan kelompok-kelompok belajar dan memberikan kegiatan dalam suatu pembelajaran, serta penggunaan media yang menarik.

  • Evaluate and Revise

Tahap keenam adalah mengevaluasi dan merevisi perencanaan pembelajaran serta pelaksanaannya. Evaluasi dan revisi dilakukan untuk melihat seberapa jauh teknologi, media dan materi yang kita pilih/gunakan dapat mencapai tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya. Dari hasil evaluasi akan diperoleh kesimpulan apakah teknologi, media dan materi yang kita pilih sudah baik, atau harus diperbaiki lagi.

Bacaan Lainnya

Rancangan Pengembangan Bahan Ajar Model Dick and Carey

Perancangan pengajaran menurut sistem pendekatan model Dick dan Carey, yang dikembangkan oleh Walter Dick dan Lou Carey. Model ini merupakan model prosedural dan model melingkar. Tahapan model ini menurut Dick and yaitu:

  1. Identify Instructional Goal(s) (Identifikasi tujuan pembelajaran)

Tahap awal model ini adalah menentukan apa yang diinginkan agar siswa dapat melakukannya ketika mereka telah menyelesaikan program pengajaran. Analisis kebutuhan untuk menentukan tujuan pembelajaran adalah langkah pertama yang dilakukan untuk menentukan apa yang anda inginkan setelah siswa melaksanakan pembelajaran.

  • Conduct Instructional Analysis (Melakukan analisis pembelajaran)

Analisis pembelajaran yakni menentukan kemampuan apa saja yang terlibat dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan dan menganalisa topik atau materi yang akan dipelajari. Menurut Dick & Carey (2005), analisis instruksional adalah suatu prosedur, yang apabila diterapkan pada suatu tujuan instruksional akan menghasilkan suatu identifikasi kemampuan-kemampuan bawahan yang diperlukan bagi siswa untuk mencapai tujuan instruksional.

Baca Juga :  Jika ingin maju; Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris
  • Analyze Learners and Contexts (Menganalisis siswa dan konteks)

Ketika melakukan analisis terhadap keterampilan-keterampilan yang perlu dilatihkan dan tahapan prosedur yang perlu dilewati, juga dipertimbangkan keterampilan awal yang telah dimiliki siswa. Analisis paralel terhadap warga belajar dan konteks dimana mereka belajar, dan konteks apa tempat mereka menggunakan hasil pembelajaran.

Pos terkait