Berbagai Model Pengembangan Bahan Ajar

  • Whatsapp
Undangan Digital
  • Disseminate (Penyebarluasan)

Istilah disseminate diartikan sebagai penyebarluasan yang dalam hal ini berarti produk yang telah dibuat dan direvisi disebarluaskan. Thiagarajan membagi tahap diseminasi sebagai berikut.

  1. Pada tahap validation testing, produk yang sudah direvisi pada tahap pengembangan kemudian diimplementasikan pada sasaran yang sesungguhnya untuk melihat ketercapaian tujuan.
  2. Tahap pengemasan ( packaging)ini dilakukan supaya produk dapat dimanfaatkan oleh orang lain.
  3. Tahap penyerapan (diffusion) dan penggunaan (adoption).Setelah buku dicetak, buku tersebut disebarluaskan supaya dapat diserap atau dipahami orang lain dan digunakan  pada kelas mereka. Pada konteks pengembangan bahan ajar, tahap diseminasidilakukan dengan cara sosialisasi bahan ajar melalui pendistribusian dalam jumlah terbatas kepada guru dan peserta didik. Pendistribusian ini dimaksudkan untuk memperoleh respons, umpan balik terhadap bahan ajar yang telah dikembangkan.

Rancangan Pengembangan Bahan Ajar Model ADDIE

Bacaan Lainnya

Salah satu model desain pembelajaran yang sifatnya lebih generik adalah model ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate). ADDIE muncul pada tahun 1990-an yang dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda. Salah satu fungsinya ADIDE yaitu menjadi pedoman dalam membangun perangkat dan infrastruktur program pelatihan yang efektif, dinamis dan mendukung kinerja pelatihan itu sendiri. Model ini menggunakan 5 tahap pengembangan sebagai berikut

  1. Analysis (Analisa). Analisa yaitu melakukan analisis kebutuhan, mengidentifikasi masalah, dan melakukan analisis tugas. Oleh karena itu, output yang akan kita hasilkan adalah berupa karakteristik atau profile calon peserta belajar, identifikasi kesenjangan, identifikasi kebutuhan dan analisis tugas yang rinci didasarkan atas kebutuhan.
  2. Design (Desain/Perancangan). Tahap awal yaitu merumuskan tujuan pembelajaran yang SMAR (spesifik, measurable, applicable, dan realistic). Selanjutnya menyusun tes, yang didasarkan pada tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Kemudian menentukan strategi pembelajaran dan media yang tepat. Semua itu tertuang dalam sautu dokumen bernama blue-print yang jelas dan rinci.
Baca Juga :  Petunjuk Teknis Peningkatan Sarana Prasarana Madrasah Melalui SBSN Tahun Anggaran 2020
  • Development (Pengembangan). Pengembangan adalah proses mewujudkan desain tadi menjadi kenyataan. Artinya, jika dalam desain diperlukan suatu software berupa multimedia pembelajaran, maka multimedia tersebut harus dikembangkan. Satu langkah penting dalam tahap pengembangan adalah uji coba sebelum diimplementasikan.
  • Implementation (Implementasi/Eksekusi). Implementasi adalah langkah nyata untuk menerapkan  sistem pembelajaran yang sedang dibuat. Artinya, pada tahap ini semua yang telah dikembangkan diinstal atau diset sedemikian rupa sesuai dengan peran atau fungsinya agar bisa diimplementasikan.
  • Evaluation (umpan balik). Evaluasi sebernarnya tidak hanya dilakukan dekahir tetapi di setiap tahap. Evaluasi yang terjadi pada setiap empat tahap di atas itu dinamakan evaluasi formatif, karena tujuannya untuk kebutuhan revisi. Evaluasi sumatif dari model ADDIE merupakan proses yang dilakukan untuk memberikan nilai terhadap program pembelajaran.

Pos terkait