Anak Petani ini Raih Gelar Doktor di Malang

  • Whatsapp
Undangan Digital

Founder Yayasan Pendidikan Indonesia Emerging Literacy Education (IEL Education), Safaruddin raih gelar doktornya di Universitas Negeri Malang.

Kamis, 27 Mei 2021 hasil riset terkait “Project Based Learning, Website Learning & Cognitive Style” di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang dipresentasikan dalam ujian akhir Disertasi dihadapan dewan penguji. Selain itu, “Saya mengucapkan terima kasih kepada tim penguji serta keluarga besar kami dan terkhusus sang istri dan anak yang telah mensupport saya” katanya.

Bacaan Lainnya

Bagi sebagian orang gelar doktor merupakan hal yang biasa tapi bagi Udhink (sapaan akrab beliau di Jawa) gelar tersebut merupakan suatu hal yang luar biasa karena perjuangan untuk meraihnya harus menaklukkan tantangan khususnya tantangan ekonomi. Anak ke-3 dari 6 bersaudara, lahir dari kalangan keluarga yang tidak berpendidikan (formal), keseharian nya tinggal di gubuk kebun dan bekerja sebagai petani sekaligus buruh tani dengan penghasilan yang tak seberapa. Sehingga Udhink dimasa merah putih (SD Negeri 220 Balle Kec. Bulupoddo) harus berjalan kaki puluhan kilometer ke Sekolah dan sepulang sekolah harus membantu orang tua menyadap aren, menggarap kebun, sawah dll.

Sejak usia 12 Tahun, Ia tak lagi tinggal bersama orangtuanya tapi memilih tinggal di rumah salah satu tokoh masyarakat di Desanya (Andi Sawiah) yang sangat berperan dalam keberlangsungan pendidikan beliau, selain itu, di masa SMA beliau pernah tinggal di salah satu mesjid yang ada di Tangka sampai menyelesaikan pendidikannya pada saat itu dan pulang ke Desanya sesekali dalam satu semester. Setelah tamat pada jenjang Sekolah Menengah Atas, beliau melanjutkan pendidikan Diploma (D2) dan sarjana (S1) sambil bekerja menjadi pengajar/pelatih pramuka di beberapa sekolah serta bekerja dikantor PDM Sinjai sebagai sekretaris eksekutif yang pada saat itu diketuai oleh Drs. H. Zainuddin Fatbang demi keberlangsungan biaya kuliahnya.

Baca Juga :  Data UTS Jurnalistik

Semasa sekolah dan kuliah beliau aktif diberbagai organisasi di lingkungan sekolah maupun kampus bahkan pernah menjadi pengurus OSIS semasa SMA dan sebagai Ketua Umum PD IPM Sinjai, Ketua Saka Bahari Sinjai, SekJen BEM STAIM Sinjai dll. Studi S1 belum usai iapun berani mempersunting gadis pujaan hatinya dari Dusun Korong Desa Saohiring Kec. Sinjai Tengah dan menikah tahun 2008 di usia mudah hingga meraih gelar sarjana bersama.

Wisuda S1 usai dan beliau memiliki skill di bidang komputer hingga ia dilamar untuk masuk mengajar pada beberapa sekolah/madrasah (SMA Muhammadiyah Pattongko dan MIS Al-Ihsan Laiya) begitupun dengan sang istri yang dilamar oleh salah satu sekolah untuk menjadi pembina pencak silat, mereka bekerja ditempat yang sama hampir sepuluh tahun, namun motivasi untuk melanjutkan pendidikan masih besar hingga akhirnya memutuskan untuk bergantian lanjut studi ke jenjang magister di Yogyakarta.

Menurut Udhink “masalah ekonomi, organisasi, dan pernikahan janganlah dijadikan sebuah penghalang untuk tetap melanjutkan studi yang terpenting adalah niat, usaha dan semangat dibarengi do’a”. Hal ini beliau buktikan sampai hari ini. Satu hal yang unik dan bisa menginspirasi khususnya bagi pasangan kaum muda adalah semangat belajar dan saling mendukung bagi pasangan. Karena faktor biaya dan waktu untuk mengasuh sang buah hati, maka untuk lanjut kuliah mereka harus bergantian dengan sang istri.

Safaruddin, Lahir di Sinjai 31 Mei 1986 dari pasangan bapak Rahim dan ibu Beda (alm), berasal dari perkampungan Gamette (perbatasan Sinjai-Bone), Desa Tompobulu Kecamatan Bulupoddo Kab. Sinjai. Adapun riwayat pendidikannya dimaulai dari SD Negeri No 220 Balle Kec. Bulupoddo, MTs Attahiriyah Mangopi Desa Tompobulu Kec. Bulupoddo, MAN 1 Sinjai, S1 STAIM/IAIM Sinjai, S2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan S3 Universitas Negeri Malang program studi Teknologi Pembelajaran (TEP).

Pos terkait