Konsep Program Remedial dalam Pembelajaran

  • Whatsapp

Prinsip-Prinsip Program Remedial

Adapun prinsip-prinsip program remedial yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut ini:
a. Adaptif
Memungkinkan peserta didik untuk belajar sesuai dengan daya tangkap, kesempatan, dan gaya belajar masing-masing
b. Interaktif
Bersifat interaktif dengan keaktifan pendidik untuk secara intensif berinteraksi dengan peserta didik dan me monitoring terhadap kemajuan belajar peserta didik.
c. Berbagai metode pembelajaran dan penilaian
Menggunakan berbagai metode pembelajaran dan metode penilaian yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
d. Pemberian umpan balik sesegera mungkin
Umpan balik berupa informasi yang diberikan kepada peserta didik mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin agar dapat menghindari kesalahan belajar yang berlarut-larut dan mendeteksi sedini mungkin kesulitan belajar.
e. Berkesinambungan
Pembelajaran remedial dilakukan berkesinambungan dengan proses pembelajaran dan pendidik harus selalu menyediakan program remedial sesuai dengan kebutuhan.

Langkah-Langkah Program Remedial

Adapun langkah-langkah program remedial adalah sebagai berikut:
a. Menganalisis kebutuhan, yaitu mengidentifikasi kesulitan atau permasalahan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik, berdasarkan analisis terhadap Penilaian Harian (PH) dan Penilaian Tengah Semester (PTS). Permasalahan pembelajaran, antara lain keunikan peserta didik, materi ajar, dan strategi belajar.
b. Menyusun perencanaan berdasarkan permasalahan pembelajaran, yaitu memperbaiki rencana pembelajaran yang disesuaikan dengan hasil analisis kebutuhan peserta didik yaitu merancang pembelajaran yang meliputi merancang rencana pembelajaran, merancang kegiatan pembelajaran
c. Melaksanakan program remedial.
d. Melaksanakan penilaian untuk mengetahui keberhasilan peserta didik.
e. Menetapkan nilai yang diperoleh peserta didik setelah program remedial sebagai nilai akhir capaian KD muatan pelajaran.
Contoh perolehan nilai penilaian harian mata pelajaran Al-Qur’an Hadis:
Andri = 88
Rolan = 72
Gozali = 60
Arief = 50
Apabila KKM mata pelajaran Al-Qur’an Hadis = 70, Arief dan Gazali harus mengikuti program remedial dan setelah mengikuti program remidial dites kembali, urutan perolehan nilai sebagai berikut:
Arief = 96
Gozali = 82.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Syarat dan Cara Pendaftaran KIP Bagi Mahasiswa Baru tahun 2020

Dari hasil perolehan nilai di atas, nilai akhir Al-Qur’an Hadis untuk tes tersebut dapat ditetapkan beberapa alternatif sebagai berikut:
a. Menggunakan nilai batas KKM, maka nilai Arief dan Gozali adalah 70. Namun alternatif ini dianggap kurang adil oleh Arief karena nilai Arief lebih tinggi dari pada Gozali saat tes setelah remedial. Untuk mengantisipasi dan meminimalisasi timbulnya rasa ketidakadilan, guru dan siswa perlu menyepakati dari awal mekanisme penilaian ini.

b. Menggunakan nilai rerata dari nilai perolehan awal dan nilai tes setelah remedial. Arief (50+96): 2 = 73, Gozali (60 + 82): 2 = 71. Alternatif ini akan merugikan bagi siswa yang mendapat perolehan nilai awal sangat rendah meskipun nilai tes setelah remedial sangat tinggi. Misalnya nilai seorang siswa sebelum remedial 20, dan tes setelah remedial 90. Siswa tersebut mendapat nilai (20+ 90) = 55.

Baca Juga: Penunjang Keberhasilan Pelaksanaan Pembelajaran Remedial

c. Menggunakan nilai capaian akhir setelah remedial, maka nilai Arief 96 dan Gozali 82. Namun alternatif ini akan dianggap kurang adil bagi Andri dan Rolan. Oleh karena itu, Andri dan Rolan diberi kesempatan yang sama untuk meningkatkan nilai capaian akhir. Karena Andri dan Rolan sudah melampaui nilai KKM, mereka berhak untuk mengikuti program pengayaan. Setelah mengikuti program pengayaan. Andri dan Rolan bersama teman teman yang mengikuti program remedial, mengikuti tes kembali. Sesuai kesepakatan, maka nilai yang digunakan merupakan nilai akhir setelah tes remedial.

Pos terkait