Karakteristik Kemampuan Proses dan Keterampilan Kognitif Peserta Didik

  • Whatsapp

2. Memori (Ingatan)

Memori adalah sistem kognitif manusia yang mempunyai fungsi menyimpan informasi atau pengetahuan. Suharnan menyatakan bahwa: “Ingatan atau memori menunjukkan pada proses penyimpanan atau pemeliharaan informasi sepanjang waktu (maintaining information over time)” (Suharnan 2005). Sementara itu, menurut Chaplin memori adalah keseluruhan pengalaman masa lampau yang dapat diingat kembali (Chaplin 2002, 295).

Baca Juga: Pengertian Perkembangan Kognitif Peserta Didik

Gluck dan Myers mendefinisikan memori sebagai: “the persistence of learning over time via storage and retrieval of information” (Gluck and Chatherine E. Myers 2001). Sedangkan Santrock mendefinisikan memori sebagai retensi (ingatan) informasi dari waktu ke waktu, dengan melibatkan encoding (pengkodean), storage (penyimpanan), dan retrieval (pengambilan kembali) (Santrock 2009).

Bacaan Lainnya

Tipe memori dibagi menjadi tiga, yakni, pertama, memori sensoris (pencatat indrawi). Reseptor adalah komponen-komponen sistem indrawi untuk melihat, mendengar, merasakan, dan mencium. Pola aktivitas netral yang dihasilkan (informasi) ketika stimulan mencapai reseptor kemudian diproses melalui pencatatan indrawi hanya sekitar seperempat detik. Meskipun dalam tempo waktu yang sangat singkat, kita berkesempatan menyeleksi informasi guna pemrosesan lebih lanjut. Karena catatan indrawi menghadirkan segala sesuatu secara singkat, maka kita memiliki satu kesempatan untuk memaknainya dan mengorganisirnya melalui persepsi.

Kedua, memori jangka pendek. Memori jangka pendek merupakan system memori berkapasitas terbatas dimana informasi hanya dapat dipertahankan sekitar 30 detik, kecuali informasi tersebut diulangi atau diproses lebih lanjut sehingga dapat bertahan lebih lama. Ketiga, memori jangka panjang. Memori jangka panjang merupakan tipe memori dengan penyimpanan banyak informasi dalam rentang waktu yang lama dan relatif permanen. Selama tahun-tahun usia sekolah, anak-anak menunjukkan perubahan-perubahan penting dalam bagaimana mereka mengorganisasikan dan mengingat informasi.

Baca Juga :  Pengertian Profesional Guru

Selama masa awal kanak-kanak, memori jangka pendek mereka telah berkembang dengan baik. Namun setelah anak-anak berusia 7 tahun tidak terlihat adanya peningkatan yang berarti. Cara-cara mereka memproses informasi menunjukkan keterbatasan-keterbatasan dibandingkan dengan orang dewasa. Berbeda halnya dengan memori jangka panjang, terlihat adanya peningkatan seiring dengan penambahan usia selama masa usia sekolah. Ini dikarenakan memori jangka panjang sangat bergantung pada kegiatan-kegiatan belajar individu ketika mempelajari dan mengingat informasi.

Pos terkait