Karakteristik Kemampuan Proses dan Keterampilan Kognitif Peserta Didik

  • Whatsapp

Dalam suatu studi tentang perkembangan memori, dilaporkan bahwa rentang memori meningkat bersamaan dengan bertambahnya usia. Pada usia 2 tahun, anak anak hanya dapat mengingat 2 digit, pada usia 7 tahun meningkat menjadi 5-digit dan 7-digit pada usia 12 tahun. Meskipun pada periode usia sekolah ini tidak terjadi peningkatan yang berarti dalam memori jangka panjang, malah menunjukkan keterbatasan-keterbatasan, selama periode ini mereka berusaha mengurangi keterbatasan-keterbatasan tersebut dengan menggunakan apa yang disebut dengan strategi memori (memory strategy).

3. Atensi (Perhatian)

Atensi merupakan sebuah konsep multi-dimensional yang digunakan untuk menggambarkan perbedaan ciri-ciri dan cara-cara merespons dalam sistem kognitif. Menurut Chaplin atensi adalah konsentrasi terhadap aktivitas mental (Chaplin 2002). Sedangkan Margaret W. Matlin menggunakan istilah atensi untuk merujuk pada konsentrasi terhadap suatu tugas mental, dimana individu mencoba untuk meniadakan stimulus lain yang menanggapi (Matlin 1994, 43).

Bacaan Lainnya

Atensi pada anak telah berkembang sejak masa bayi. Aspek-aspek atensi yang berkembang selama masa bayi ini memiliki arti yang sangat penting selama tahun-tahun prasekolah. Penelitian telah menunjukkan bahwa hilangnya atensi (habituation) dan pulihnya atensi (dishabituation) diukur pada 6 bulan pertama masa bayi, berkaitan dengan tingginya kecerdasan pada tahun-tahun prasekolah.

Baca Juga: Komponen Keterampilan Kognitif Peserta Didik

Meskipun begitu, kemampuan anak untuk memusatkan perhatian berubah secara signifikan pada masa itu. Anak-anak prasekolah sangat dipengaruhi oleh ciri-ciri tugas yang sangat menonjol. Para ahli psikologi perkembangan meyakini bahwa perubahan ini mencerminkan suatu pergeseran pengendalian kognitif perhatian sehingga anak-anak bertindak kurang impulsif. Aspek-aspek atensi meliputi:
• Reseptor adjustment, penyesuaian alat indra terhadap objek yang menjadi perhatianya
• Postural adjustment, penyesuaian sikap tubuh terhadap objek yang menjadi perhatiannya adalah yang menarik perhatianya.
• Muscle tention, adanya tegangan otot, dalam hal ini berhubungan dengan adanya perhatian, disitulah adanya pemusatan energi
• Central nervous adjustment, penyesuaian saraf pusat dalam melakukan perhatian. Hal ini dikarenakan dalam setiap penyesuaian, mekanisme saraf pusat yang mengaturnya.
• Increases clearness, semakin jelas objek yang menjadi perhatian, akan semakin menarik perhatian individu.

Baca Juga :  Metode Pembelajaran Daring Di Era New Normal Berbasis Multimedia

Faktor yang mempengaruhi Atensi ada dua yaitu faktor internal berupa Motives / needs, preparatory set (kesiapan untuk berespon), interest (menaruh perhatian pada yang diminati) dan faktor eksternal berupa intensitas dan ukuran, contrast dan novelty, repentition / pengulangan, movement /gerakan.

Pos terkait