Teori Belajar Behavioristik Menurut Para Ahli

  • Whatsapp

Dari hukum tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian hadiah adalah tindakan yang menyenangkan siswa, sehingga siswa cenderung mau melakukan lagi perbuatan yang menyebabkan dia mendapatkan hadiah tersebut. Sebaliknya pemberian hukuman adalah tindakan yang tidak menyenangkan siswa, sehingga siswa cenderung tidak mengulang atau menghentikan perbuatan yang menyebabkan dia mendapatkan hukuman.

Baca Juga: Pengertian Belajar Menurut Teori Behavioristik

c. Hukum Kesiapan (The law of readiness) Hukum ini menghasilkan sebuah teori bahwa proses belajar akan berhasil dengan baik apabila siswa memiliki kesiapan, yaitu kecenderungan untuk bertindak.
Dari hukum tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar akan lebih efektif apabila siswa memiliki kesiapan untuk belajar, baik kesiapan dari aspek kematangan mental maupun kesiapan karena pemberian motivasi yang diberikan oleh gurunya.

Bacaan Lainnya

Selain hukum-hukum tersebut, Thorndike juga menemukakan 4 hukum tambahan, yaitu:
• Law of multiple response, yaitu individu mencoba berbagai respon sebelum mendapat respon yag tepat;
• Law of attitude, yaitu pross belajar dapat berlangsung bila ada kesiapan mental yang positif pada siswa;
• Law of partial activity, yaitu individu dapat bereaksi scara selektif terhadap kemungkinan-kemngkinan yang ada dalam situasi tertentu. Individu dapat memilih dan mendasarkan tingkah lakunya kepada hal-hal ang pokok dan meninggalan hal-hal yang kecil/tidak pokok;
• Law of response by analogy, yaitu individu cenderung mempunyai reaksi yang sama terhadap situasi baru yang mirip dengan situasi yang dihadapinya waktu yang lalu.

Teori Belajar Menurut John Broades Watson (1878-1958)

J.B. Watson adalah seorang tokoh aliran behavioristik yang datang sesudah Thorndike. Menurutnya, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati (observabel) dan dapat diukur. Dengan kata lain, walaupun ia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, namun ia menganggap hal-hal tersebut sebagai faktor yang tak perlu diperhitungkan.

Baca Juga :  Pentingnya Pendidikan Di Kalangan Primitif

Ia tetap mengakui bahwa perubahan-perubahan mental dalam benak siswa itu penting, namun semua itu tidak dapat menjelaskan apakah seseorang telah belajar atau belum karena tidak dapat diamati.
Watson adalah seorang behavioris murni, karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain seperti fisika atau biologi yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata, yaitu sejauh dapat diamati dan dapat diukur.

Pos terkait