Hakikat Lembar Kerja Peserta Didik atau LKPD

  • Whatsapp

Pembelajaran merupakan interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, dan peserta didik dengan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran tidak saja bermakna transfer pengetahuan dari guru kepada peserta didik, melainkan juga interaksi peserta didik dengan sumber belajar melalui proses mencari atau mengonstruksi pengetahuan oleh peserta didik secara mandiri maupun kelompok. Jika proses mencari atau mengonstruksi pengetahuan tersebut hanya difasilitasi oleh guru maka tentunya guru akan kesulitan untuk memandu setiap peserta didik dengan kecepatan belajar yang beragam. Dengan demikian, guru harus menggunakan sarana penunjang pembelajaran yang dapat memandu setiap peserta didik untuk belajar secara mandiri dalam mengonstruksi pengetahuan sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing.

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) merupakan salah satu sarana yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar untuk membantu dan mempermudah terjadinya interaksi yang aktif dan efektif antara peserta dengan sumber belajar, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar mereka. Melalui LKPD, setiap pengalaman atau tugas belajar peserta didik dalam mengonstruksi pengetahuan secara mandiri maupun kelompok dapat dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Selain itu, setiap peserta didik dapat menuliskan hasil kerja pada setiap pengalaman atau tugas belajarnya sesuai dengan lintasan belajarnya masing-masing. Lintasan belajar (learning trajectory) setiap peserta didik tergambar pada jejak kerja atau evidensi yang terekam pada setiap langkah kerja dalam LKPD. 

Bacaan Lainnya

Sukirman dan Djumhana (2006, hlm. 75-78) mengungkapkan bahwa LKPD merupakan suatu bahan ajar cetak yang berupa lembaran-lembaran yang berisi materi, ringkasan dan petunjuk yang harus dilaksanakan oleh peserta didik. Menurutnya, LKPD dapat berbentuk lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik baik secara mandiri maupun kelompok lengkap dengan petunjuk dan langkah-langkahnya serta mengandung materi pembelajaran penunjang untuk dikuasai oleh peserta didik. Dengan demikian, selain memandu peserta didik untuk melakukan tugas atau pengalaman belajarnya, LKPD berperan sebagai sumber belajar yang menghasilkan informasi atau pengetahuan untuk dikuasai oleh peserta didik. 

Iriawan (2016, hlm. 206) menyatakan bahwa LKPD merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dikembangkan oleh pendidik sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran. LKPD yang disusun dapat dirancang dan dikembangkan sesuai dengan kondisi dan situasi kegiatan pembelajaran yang akan dihadapi peserta didik. Kaitan dengan perannya sebagai sumber belajar, LKPD berisi informasi atau pengetahuan penunjang saja yang dapat membantu peserta didik untuk melakukan tugas dan pengalaman belajarnya untuk menguasai kompetensi tertentu dan mencari atau mengonstruksi informasi atau pengetahuan pokok yang termuat dalam kompetensi dasar.

Pos terkait