Strategi Kooperatif (Cooperative Learning) Pembelajaran anak usia dini

  • Whatsapp

Strategi Inkuiri

Strategi Inkuiri adalah strategi pembelajaran yang merangsang, mengajarkan, dan mengajak siswa untuk berpikir kritis, analitis, dan sistematis dalam rangka menemukan jawaban secara mandiri dari berbagai permasalahan yang diutarakan. Pihak yang memiliki banyak aktivitas dalam strategi ini adalah siswa melalui proses mental. Siswa mempunyai keleluasan dan kebebasan untuk mengeksplorasi seluruh kemampuannya tanpa harus terbebani. Dalam proses pembelajaran, siswa berperan aktif untuk menemukan sendiri makna dan substansi dari materi yang dipertanyakan oleh guru. Guru hanya berperan  sebagai fasilitator yang mengantarkan pada permasalahan melalui pertanyaan. pembelajaran dimana anak dituntut lebih aktif dalam proses penemuan,  anak lebih banyak belajar sendiri serta mengembangkan keaktifan dalam  memecahkan masalah. 

Beberapa prinsip-prinsip utama dalam strategi pembelajaran inkuiri  yang harus diperhatikan oleh setiap guru: 

Bacaan Lainnya
  • Berorientasi pada pengembangan intelektual. Selain pada hasil belajar, inkuiri juga berorientasi pada proses belajar. Mengukur siswa dari bagaimana siswa itu mencari dan menemukan suatu makna melalui proses berpikir.
  • Prinsip bertanya. Kemampuan guru bertanya sangat diperlukan dalam langkah inkuiri. Pada pembelajaran ini juga perlu dikembangkan sikap kritis siswa dengan selalu bertanya dan mempertanyakan berbagai fenomena yang sedang dipelajarinya.
  • Prinsip interaksi. Guru mempunyai peran yang penting untuk mengatur proses interaksi dengan siswa agar dapat berjalan  dengan dinamis. Guru sering terjebak sebagai orang yang paling
  • tahu dan berkuasa di kelas sehingga tidak memberi kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi.
  • Belajar untuk berpikir. Belajar harus melibatkan semua potensi dari siswa, tidak hanya mengingat dan menghapal, tetapi juga proses mental yang membuat siswa berpikir dan menggunakan segala kemampuannya.
  • Prinsip keterbukaan. Pembelajaran yang baik akan selalu  membuka ruang bagi anak untuk mencoba sesuai dengan tingkat perkembangan pemikirannya. Kreativitas akan berkembang dalam suasana keterbukaan. Untuk itu, guru bertugas memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan berbagai hipotesis, yang mana guru harus mengawasi dan mengontrol siswanya.
Baca Juga :  Dasar Pertimbangan Pemilihan Media

Strategi Kontekstual

Strategi kontekstual (Contextual teaching and Learning) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan  siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan  menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga  mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. 

Hal penting dalam CTL adalah: menekankan kepada proses keterlibatan  siswa untuk menemukan materi; mendorong agar siswa dapat  menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi  kehidupan nyata; dan mendorong siswa untuk dapat menerapkan dalam  kehidupan. 

Baca Juga: Strategi Ekspositori Pembelajaran Anak Usia Dini

Terdapat lima karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang  menggunakan pendekatan CTL, yaitu:

  • Pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge)
  • Pembelajaran ntuk memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge)
  • Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge)
  • Mempraktikan pengetrahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge)
  • Melakukan refleksi (reflecting knowledge)

Strategi Afektif

Strategi pembelajaran yang menekankan pada sikap [pembiasaan  atau karakter] yang dapat diterapkan untuk memperbaiki moral bangsa Beberapa strategi lainnya dari pendekatan pembelajaran yang  berpusat pada anak diantaranya adalah: Strategi Pembelajaran Melalui  Bermain; Strategi Pembelajaran Melalui Bercerita; Strategi Pembelajaran  Melalui bernyanyi; Strategi Pembelajaran Terpadu di mana anak  dipandang sebagai makhluk yang utuh yang perlu dikembangkan semua  kemampuannya secara komprehensid dan optimal.

Baca Juga: Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM) atau Problem Based Learning

Pembelajaran terpadu memiliki karakteristik : 1) dilakukan melalui  kegiatan pengalaman langsung, 2) sesuai dengan kebutuhan dan minat  anak, 3) memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan semua pemikirannya, 4) menggunakan bermain sebagai wahana belajar,  5) menghargai perbedaan individu, dan 6) melibatkan orag tua atau  keluarga untuk mengoptimalkan pembelajaran.

Beberapa prinsip Strategi  pembelajaran terpadu direncanakan dan dilaksanakan dengan: 1)  berorientasi pada perkembangan anak, 2) berkaitan dengan pengalaman  nyata anak, 3) mengintegrasikan isi dan proses belajar, 4) melibatkan  penemuan aktif, 5) memadukan berbagai bidang pengembangan, 6)  kegiatan belajar bervariasi, 7) memiliki potensi untuk dilaksanakan melalui proyek oleh anak, 8) waktu pelaksanaan fleksibel, 9) melibatkan anggota  keluarga anak, 10) tema dapat diperluas, dan 11) direvisi sesuai dengan minat dan pemahaman yang ditunjukkan anak.

Baca Juga :  Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) Madrasah Aliyah

Pos terkait