Pengertian Pendekatan Saintifik

  • Whatsapp

Pada anak usia dini pengenalan proses saintifik dilakukan dengan cara  melibatkan anak langsung dalam kegiatan; yakni melakukan, mengalami pencarian  informasi dengan bertanya, mencari tahu jawaban hingga memahami dunia dengan  gagasan-gagasan yang mengagumkan. 7 Pembelajaran saintifik pada anak usia dini merupakan hal yang sangat penting untuk banyak aspek perkembangan anak.  

Para peneliti menganjurkan pembelajaran saintifik mulai dikenalkan sebelum anak memasuki sekolah, bahkan anak sejak lahir. Hal ini penting untuk membantu  anak memahami dunia, mengumpulkan dan mengolah informasi sebagai kunci dasar  anak belajar berpikir saintis. 8 Mengembangkan berpikir saintifik sejak usia dini akan  mempermudah transfer keterampilan saintifik yang mereka miliki menjadi area  akademik yang dapat mendukung prestasi akademik. Pentingnya pendekatan saintifik  untuk anak usia dini adalah agar anak dapat membangun pengetahuannya sendiri  dengan cara mencari dan menemukan pengetahuan baru dampak dari eksplorasi  yang dilakukan. 

Bacaan Lainnya

Karakteristik Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik

Kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik memiliki  karakteristik sebagai berikut:  1. Berpusat pada siswa, 2. Melibatkan keterampilan proses sains dalam mengkonstruksi konsep, hukum atau prinsip, 3. Melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelektual, khususnya keterampilan berfikir tingkat tinggi siswa dan 4. Dapat mengembangkan karakter siswa.

Hasil akhir dari pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia  yang baik dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup  secara layak dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap,  keterampilan, dan pengetahuan. 

Prinsip-prinsip Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik

Beberapa Prinsip-prinsip pendekatan saintifik dalam kegaiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: 

Baca Juga :  Konsep Program Remedial dalam Pembelajaran
  • Pembelajaran berpusat pada siswa.
  • Pembelajaran membentuk students self concept.
  • Pembelajaran terhindar dari verbalisme.
  • Pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep.
  • Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berfikir siswa.
  • Pembelajaran meningkatkan motivasi belajar siswa dan motivasi mengajar guru.
  • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan dalam komunikasi
  • Adanya kegiatan konstruksi pengetahuan oleh siswa.

Pos terkait