Panduan Pengembangan Kurikulum PTKI Mengacu pada KKNI dan SN-Dikti

Ikhtiar  mewujudkan  pendidikan  tinggi  yang  mampu  melahirkan lulusan  yang  memiliki  sikap,  pengetahuan,  dan  keterampilan  yang  sesuai dengan  harapan  masyarakat  dan  dunia  kerja  terus  diupayakan.  Lahirnya Peraturan  Presiden  Nomor  08  Tahun  2012  tentang  Kerangka  Kualifikasi Nasional  Indonesia  berupaya  mendekatkan  dunia  pendidikan  dengan pelatihan kerja dan pengalaman kerja.

Dengan kata lain, lulusan pendidikan tinggi  setidaknya  memiliki capaian  pembelajaran sebagaimana capaian kompetensi  yang  dimiliki  seseorang  yang  mengikuti  pelatihan  kerja  atau pengalaman kerja. Karena itu, tujuan dari Peraturan Presiden tersebut adalah menyandingkan,  menyetarakan  dan  mengintegrasikan  antara  bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan  kompetensi  kerja  sesuai  dengan  struktur  pekerjaan  di berbagai sektor.

Bacaan Lainnya

Kerangka  Kualifikasi  Nasional  Indonseia,  selanjutnya  disebut  KKNI, disusun  sebagai  respons  dari  ratifikasi  Indonesia  tahun  2007  terhadap konvensi  UNESCO  tentang  pengakuan  pendidikan  diploma  dan  pendidikan tinggi (the International Convention on the Recognition of Studies, Diplomas and Degrees  in  Higher  Education  in  Asia  and  the  Pasific)  yang  disahkan  pada tanggal  16  Desember  1983  dan  diperbaharui  tanggal  30  Januari  2008.  KKNI tersebut  berguna  untuk  melakukan  penilaian  kesetaraan  capaian pembelajaran  serta  kualifikasi  tenaga  kerja  baik  yang  akan  belajar  atau bekerja di Indonesia ataupun ke luar negeri.

Dengan kata lain, KKNI menjadi acuan  mutu  pendidikan  Indonesia  ketika  disandingkan  dengan  pendidikan bangsa  lain.  Lulusan  pendidikan  tinggi  Indonesia  dapat  disejajarkan  dengan lulusan pendidikan di luar negeri melalui skema KKNI. Di lain pihak, lulusan luar  negeri  yang  akan  masuk  ke  Indonesia  dapat  pula  disejajarkan capaian pembelajarannya dengan KKNI yang dimiliki Indonesia.

Baca Juga :  Manajemen Pembelajaran Ditengah Pandemi Covid-19

Posisi  KKNI  menjadi  penting  seiring  dengan  perkembangan  teknologi dan pergerakan manusia. Kesepakatan pasar bebas di wilayah Asia Tenggara telah  memungkinkan  pergerakan  tenaga  kerja  lintas  negara.  Karenanya, penyetaraan capaian  pembelajaran di  antara  negara  anggota  ASEAN  menjadi sangat  penting. 

Selain  itu,  revolusi  industri  4.0  merupakan  tantangan  bagi perguruan  tinggi.  Lulusan  perguruan  tinggi  diharapkan  memiliki  kesiapan untuk  menghadapi  era  di  mana  teknologi  dan  kecerdasan  artifisial  dapat menggantikan peran-peran manusia.

Baca Juga: SKL dan CPL Program  Studi  Sarjana  pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dan Fakultas  Agama  Islam pada Perguruan Tinggi

Di sisi lain, perubahan Institut Agama Islam Negeri menjadi UniversitasIslam  Negeri  di  berbagai  tempat  menyisakan  tugas  perguruan  tinggi keagamaan Islam untuk menyelesaikan konsep dan penerapan integrasi ilmu agama  dan  ilmu  pengetahuan.  Integrasi  tersebut  merupakan  distingsi  utama antara perguruan tinggi agama dengan perguruan tinggi umum.

Terkait  dengan  kondisi  tersebut,  implementasi  KKNI  dalam pengembangan  kurikulum  PTKI  menjadi  suatu  keniscayaan  dengan  tetap memperhatikan  aspek kekhususan  dari  PTKI.  Dengan  begitu,  lulusan  PTKI diharapkan  dapat  memenuhi  tuntutan  pasar  kerja  dan  kebutuhan stakeholders  lainnya  dan  dapat  berkiprah  dalam  kehidupan  sosial kemasyarakatan  dan  pergaulan  internasional  dengan  menunjukkan  karakter sebagai  professional  muslim.  Lulusan  PTKI  juga  dapat  disejajarkan  dengan lulusan lain baik tingkat nasional ataupun internasional. untuk lebih jelasnya lihat DISINI

Pos terkait