Pengertian Tes, Pengukuran, Penilaian dan Evaluasi dalam Pembelajaran

Evalusi merupakan cara untuk mengetahui ketercapaian dari sebuah proses dalam pembelajaran dan pendidikan. Sudah tidak asing lagi evaluasi disebut juga sebagai penilaian dan pengukuran hasil belajar. Penilaian dan pengukuran memiliki arti yang berbeda, tapi keduanya saling memiliki keterkaitan. Mengukur itu kuantitatif, membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang hasilnya dalam bentuk angka. Sedangkan menilai itu kualitatif, dimana mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan melihat baik atau buruknya. (Resti, 2003: 1)

Dengan adanya evaluasi sebuah kualitas pendidikan dapat diketahui, serta dapat mengetahui titik kelemahan, sehingga bisa mencari jalan keluar untuk menuju perubahan yang lebih baik. Dalam pendidikan tanpa adanya evaluasi tidak akan mengetahui seberapa jauh keberhasilan dalam penyampaian pembelajaran dan tercapainya tujuan pendidikan sesuai dengan tujuan yang dimiliki. (Fauziah, 2018: 1)

Dalam kegiatan evaluasi tujuan merupakan langkah pertama yang harus diperhatikan. Tujuan evaluasi berpengaruh pada penentuan jenis evaluasi yang digunakan. Sebagai seorang pendidik harus mengerti terlebih dahulu tujuan evaluasi, jika tidak maka akan mengalami kesulitan dalam merencanakan dan melaksanakan evaluasi. Di dalam evaluasi selain tujuannya yang menjadi langkah pertama yang harus diketahui juga terdapat empat tes yaitu tes penempatan, tes formatif, tes diagnostik dan tes sumatif, dimana semua tes itu perlu diketahui sebelum kegiatan evaluasi diadakan. Sehubungan dengan mata kuliah yang saat ini sedang kami ampu yaitu “Evaluasi Pembelajaran”maka kami menyususn makalah tentang “Tujuan evaluasi pembelajaran”untuk saling berbagi pengetahuan.

Tujuan Evaluasi Pembelajaran

Istilah tes, pengukuran (measurement), penilaian (assesment) dan evaluasi sering disalah artikan dan disalahgunakan dalam praktik evaluasi. Secara konsepsional istilah-istilah tersebut sebenarnya berbeda satu sama lain, meskipun mempunyai keterkaitan yang sangat erat.

Tes adalah pemberian suatu tugas atau rangkaian tugas dalam bentuk soal atau perintah yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Hasil pelaksanaan tugas tersebut digunakan untuk menarik kesimpulan-kesimpulan tertentu terhadap peserta didik.

Pengukuran (measurement) adalah suatu proses untuk menentukan kuantitas dari sesuatu. Sesuatu itu bisa berarti peserta didik, starategi pembelajaran, sarana prasana sekolah dan sebagainya. Untuk melakukan pengukuran tentu dibutuhkan alat ukur. Dalam bidang pendidikan, psikologi, maupun variabel-variabel sosial lainnya, kegiatan pengukuran biasanya menggunakan tes sebagai alat ukur.

Penilaian (assesment) adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan untuk mengumpulkan informasi tentang proses dan hasil belajar peserta didik dalam rangka membuat keputusan-keputusan berdasarkan kriteria dan pertimbangan tertentu.

Evaluasi adalah suatu bentuk proses untuk mendapatkan informasi secara menyeluruh tentang suatu proses serta hasil dari sebuah kegiatan. Sedangkan evaluasi pembelajaran merupakan proses untuk memperoleh informasi yang menyeluruh dan berkesinambungan tentang suatu proses dan hasil belajar peserta didik, sehingga bisa dijadikan sebagai dasar dalam penentuan perlakuan lanjut.

Secara umum tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk mengetahui keefektifan dan keefisiensian sistem pembelajaran secara luas. Sistem pembelajaran yang dimaksud meliputi: tujuan, materi, metode, media, sumber belajar, lingkungan maupun sistem penilaian itu sendiri (Asrul, 2014: 11). Selain itu, menurut Asrul (2014: 11) memaparkan bahwa evaluasi pembelajaran juga ditujukan untuk menilai suatu keefektifitasan strategi pembelajaran, menilai dan meningkatkan efektifitas program kurikulum, menilai dan meningkatkan efektifitas pembelajaran, membantu belajar peserta didik, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan peserta didik, serta untuk menyediakan data yang membantu dalam membuat keputusan.

Tags: