Biografi Ke-Empat Khulafaur Rasyidin Pada Masa Kepemimpinan Setelah Rasulullah

Assalamualaikum Wr Wb. Halo sahabat muslim, artikel kali ini kita akan membahas sedikit biografi dari keempat  khulafaur rasyidin. Yuk, simak penjelasan dari artikel berikut ini.

Rasulullah SAW wafat pada 2 Rabiul Awal tahun 11 Hijriyah. Sebelum Rasulullah wafat, Beliau tidak meninggalkan suatu wasiat apapun tentang estafet kepemimpinannya. Beliau hanya berpesan kepada umatnya agar mereka senatiasa bertakwa kepada Allah SWT.

Apa itu khulafaur rasyidin?

Secara bahasa, khulafaur rasyidin berasal dari 2 kata. Yang pertama,  khulafa atau khalifah yang berati pengganti atau pemimpin. Yang ke dua, yaitu Ar-rasyidin  yang berarti orang yang mendapat petunjuk.  Secara istilah, khulafaur rasyidin adalah orang yang ditunjuk sebagai pengganti untuk memimpin umat Islam yang selalu mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.

Berikut ini paparan dari keempat khulafaur rasyidin.

  1. Abu Bakar As-Shiddiq (11-13H/632-634M)

Sebelum  masuk Islam, ia bernama Abdullah bin Ka’bah. Setelah masuk Islam, Rasulullah mengganti namanya menjadi Abdullah bin Abi Quhafa At-Tamimi. Beliau dilahirkan dua tahun setelah Rasulullah lahir.

Abu Bakar merupakan bapak dari Aisyah (istri dari Rasulullah) sekaligus, salah satu sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah. Bahkan,  beliau merupakan Assabiqunal Awwalun. Beliau mempunyai gelar As-Shiddiq yang berarti, seorang laki-laki pertama yang beriman dan membenarkan segala hal yang berasal Rasulullah.

Abu Bakar menjadi khalifah pada tahun 11-13H, beliau diangkat melalui jalan musyawarah antara kaum Anshar (sebutan bagi kaum yang menemani hijrahnya nabi Muhammad dari Mekkah menuju Madinah) dan kaum Mujahirin (sebutan bagi suatu kaum yang menerima hijrah dari Makkah menuju Madinah). Pertemuan tersebut dilaksanakan di Saqifah Bani Saidah (salah satu balai pertemuan yang ada di Madinah). Beliau meninggal karena sakit keras.

Pada masa kepemimpinan beliau banyak sekali prestasi-prestasi luar biasa yang beliau raih, seperti:

  1. Memerangi orang murtad
  2. Memberantas Nabi palsu
  3. Pengumpulan dan penulisan ayat Al-Quran
  4. Memperluas wilayah dakwah
  • Umar bin Khattab (13-23H/634-644M)

Umar bin Khattab khalifah yang ditunjuk ke dua setelah Abu Bakar. Beliau lahir tiga belas tahun setelah kelahiran Rasulullah. Ia berasal dari suku Adi, suku Adi merupakan salah satu suku Quraisy bangsawan yang ternama pada saat itu. Nama ayah Khattab bin Nufail dan ibunya bernama Hatmama binti Hasyim.

Umar bin Khattab masuk Islam pada tahun ke enam kenabian tepat berusia 27 tahun. Pada saat kecil ia terkenal sangat cerdas akan kepandaiannya, dari hal itu Rasulullah menjadikannya sebagai rujukan mengenai hal-hal penting didalam Islam seperti, strategi perang dsb.

Umar bin Khattab pernah menjadi penasehat sekaligus tangan kanan dari khalifah yang pertama. Tidak hanya hal itu, ia juga pernah duduk dikursi pemerintahan sebagai khalifah selama 10 tahun ia dipilih oleh abu bakar untuk menggantikan dirinya setelah wafat. Umar bin Khattab mendapat dua gelar sekaligus Al-Faruq yang berarti pemisah atau pembeda antara kebenaran dengan kebathilan serta Al Mukminin yang berarti pemimpin orang beriman. Ia wafat pada 3 hari setelah penikaman yang dilakukan Abu Lu’luah Pada saat shalat shubuh. Adapun prestasi yang ia peroleh diantaranya:

  1. Mendirikan beberapa departemen dalam Pemerintahan
  2. Mengatur dan menertibkan Pajak
  3. Mendirikan Pengadilan
  4. Mendirikan Baitu Mal
  5. Mencetak Mata Uang
  6. Menetapkan penanggalan berdasarkan kalender Hijriah
  • Utsman bin Affan (23-35 H/ 644-656 M )

Utsman bin Affan berasal dari bani Quraisy, ia lahir pada 576 M tepat pada tahun ke 6 setelah tahun gajah. Utsman terlahir dari kabilah termuka dan memiliki status sosial tinggi, tetpi beliau masih tetap menjadi laki-laki sederhana dan baik hati.  Dahulu beliau dipanggil dengan Abu Amr , setelah masuk Islam dipanggil dengan nama Abu Abdullah tetapi nama yang terkenaldi masyarakat adalah Utsman bin Affan.

Utsman bin Affan masuk Islam setelah berkunjung kerumah Rasulullah, atas anjuran Abu Bakar. Beliau merupakan menantu dari Rasulullah, dia menikahi putri pertama Rasulullah yaitu Ruqayyah, ketika perang badar sugra Ruqayyah meninggal. Tak lama kemudian Rasulullah menikahkan putrinya yang lain yaitu Ummu Kulsum, melihat hal itu para sahabat kagum dan memberi gelar Dzunnurain yang artinya orang yang memiliki dua cahaya.

Beliau merupakan khalifah ketiga dari hasil musyawarah yang dilakukan oleh sahabat Rasulullah. ia memimpin kurang lebih dua belas tahun lamanya. dari dua belas tahun itu terbagi dua fase. Fase pertama merupakan fase gemilang dan fase ke dua merupakan fase yang mengalami rintangan yang cukup besar karena terjadi banyak pemberontakan  Adapun prestasi yang didapat, diantaranya:

Prestasi :

  1. Memperluas dakwah Islam
  2. Mengganti gubernur-gubernur yang ingin memisahkan diri setelah wafatnya khalifah Umar
  3. Memperbanyak nash Al Qur’an
  4. Membangun bendungan
  5. Mebangun perekonomian dan menyempurnakan pengaturan tata Negara
  6. Membangun Angkatan Laut
  7. Mebangun jalan-jalan dan Jembatan untuk mempermudah proses berdakwah
  8. Mendirikan Masjid masjid dan memperluas Masjid Nabi di Madinah
  • Ali bin Abi Thalib (36-41H/ 656-661 M)

Ali bin Abi Thalib, merupakan khalifah ke empat atau biasa kita sebut dengan khalifah penutup. Ia merupakan assabiqunal awwalun dari kalangan anak-anak, sepupu, menantu sekaligus anak angkat dari Rasulullah. Ia dilahirkan sekitar tahun 600M, ayahnya bernama Abu Thalib bin Abdul Muthalib dan ibunya bernama Fatimah binti As’ad.

Ali bin Abi Thalib merupakan seorang yang memiliki banyak kelebihan sampai Rasulullah memberinya gelar dengan gudangnya ilmu. Pada saat ia memimpin umat Islam, ia merupakan pemimpin yang bijaksana. Ia mengganti semua gubernur yang tidak disenangi oleh masyarakat, tidak hanya hal itu ia menyuruh Muawiyyah meletakkan jabatan kekhalifahnanya. Tetapi Muawiyyah menolak hal itu dengan mentah-mentah, karena ia menganggap dirinya pantas menduduki kursi kekhalifaan. Tepat pada 17 Ramadhan 40 H, khalifah Ali terbunuh ditangan Ibnu Muljam seorang anggota Khawarij yang sangat fanatik. Adapun prestasi yang dicapainya, seperti:

  1. Islam tersebar hingga di wilayah Barat India
  2. Menggati para Gubernurnya serta memberantas pemberontak dan pembangkang Islam
  3. Memindahkan pusat Pemerintahan dari Madinah ke Kuffah.

Sekian artikel ini, semoga bermanfaat. Aamiin…Wassalamualaikum Wr Wb (Hanyfa Maulidiyah).

Tags: